Tentang Maryam …

Ada kesenjangan besar antara bermatematika dan pemasaran pendidikan matematika. Kala murid bertanya tentang apa perlunya belajar matematika, pesan keliru yang kerap diulang berpusat pada kegunaan. Matematika itu fondasi untuk bidang lain. Ia membentuk kemampuan berlogika. Kalau kamu pintar matematika, nanti mudah mencari pekerjaan. Ada benarnya memang. Namun, menjual kegunaan adalah kegagalan memahami unsur hakiki matematika. Mayoritas orang dewasa hanya memerlukan aritmatika untuk berhitung dan memahami data sederhana. Untuk berilmu luas perlu dua kualitas tambahan, yaitu rasa ingin tahu dan kemauan terus belajar. Sudut pandang kegunaan membuat matematika disajikan minim unsur estetika dan afeksi, sekadar rentetan formula yang (mungkin) berguna, tetapi tidak menarik hati, membuat murid merasa serba tidak cukup. Semuanya bertolak belakang dengan esensi bermatematika, di mana kegunaan hanyalah efek samping. Unsur terpenting adalah estetika. Fakta ini jarang menjadi inti pedagogis. Padahal, manusia secara alami tertarik pada keindahan. Hampir semua orang menghargai karya matematis yang disajikan sebagai seni dan sebagai perpanjangan rasa ingin tahu. Perjalanan membuktikan Fermat Last Theorem makan waktu 358 tahun. Pada dirinya sendiri teorema itu tidak berguna. Proses mencari solusi melahirkan teknik temuan Ernst Kummer sekitar tahun 1847 yang terpakai dalam komunikasi nirkabel dan radar. Hasil studi kurva eliptik berefek samping sistem keamanan perbankan dan internet.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s